Lanud, Fajarinvestigasinews.com
Aktivitas tambang ilegal di wilayah Lanud kembali menjadi sorotan publik. Dua hari lalu, diduga terjadi peristiwa penganiayaan dan pelecehan terhadap seorang korban berinisial S, yang melibatkan oknum petugas keamanan bernama Frengky Mangkey di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) milik seorang pengusaha yang dikenal dengan nama Mister Cheng.
Insiden tersebut menggegerkan warga sekitar serta para pekerja yang berada di area tambang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung di kawasan tambang ilegal yang hingga kini masih beroperasi tanpa izin resmi. Korban S diduga mengalami pemukulan sekaligus tindakan pelecehan oleh pelaku yang merupakan bagian dari sistem pengamanan internal tambang tersebut.
Ironisnya, pascakejadian, pihak pengelola tambang diduga tidak mengambil langkah hukum maupun memberikan perlindungan kepada korban. Bahkan, muncul dugaan kuat bahwa pihak pengelola berupaya menutupi kasus tersebut agar tidak mencuat ke publik dan tidak sampai ke aparat penegak hukum (APH).
Keberadaan tambang ilegal di wilayah Lanud sendiri telah lama menjadi perbincangan masyarakat. Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, aktivitas ilegal tersebut dinilai sangat rawan konflik dan kekerasan karena beroperasi tanpa pengawasan resmi, standar keselamatan kerja, maupun perlindungan hukum bagi para pekerja.
Sejumlah warga serta pemerhati hukum mendesak APH untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan penganiayaan dan pelecehan tersebut. Mereka meminta agar tidak hanya pelaku lapangan yang diproses, tetapi juga pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan tambang ilegal, termasuk dugaan adanya pihak yang membekingi aktivitas tersebut.
“Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jika benar terjadi penganiayaan dan pelecehan, pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan insiden tersebut. Masyarakat berharap aparat tidak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas demi memberikan rasa keadilan bagi korban serta menghentikan praktik tambang ilegal yang terus berulang di wilayah tersebut.
(Red)



