Diduga Kebal Hukum, Bos Solar Subsidi “EKA P” Beroperasi Bebas: Warga Minta Polda Sulut Turun Tangan
Minahasa-Fajarinvestigasinews.com
Jejaring dugaan mafia solar subsidi di wilayah Minahasa kembali menjadi sorotan tajam setelah tim lapangan menemukan aktivitas pengumpulan dan distribusi solar bersubsidi yang diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial EKA P. Ia disebut-sebut sebagai salah satu “bos” pengumpul solar terbesar di wilayah tersebut.
Dalam investigasi bersama seorang warga bernama Frenly—yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan demi keamanan—terungkap bahwa EKA P diduga menjalankan aksinya tanpa rasa takut. Beberapa sopir yang ditemui di lokasi mengaku pernah mendengar pernyataan sang bos yang seolah menunjukkan bahwa dirinya merasa kebal hukum.
> “Saya tidak takut. Saya bersama orang-orang kuat,” ujar EKA P dalam rekaman pernyataan yang disampaikan salah satu sopir kepada tim investigasi. Sopir tersebut mengaku bahwa kalimat itu sering diucapkan ketika para sopir melakukan setoran solar kepadanya.
Warga setempat yang diwawancarai merasa geram dan menilai bahwa dugaan perlindungan oknum-oknum tertentu membuat penegakan hukum seakan lumpuh.
> “Kami sebagai masyarakat awam mulai kehilangan kepercayaan. Bila benar ada oknum yang melindungi pelanggaran seperti ini, bagaimana hukum bisa berjalan? Kami berharap Polda Sulut segera turun tangan,” ujar Frenly.
Menurut penelusuran lapangan, solar bersubsidi yang seharusnya ditujukan untuk nelayan dan masyarakat ekonomis lemah diduga dialihkan ke jaringan penampung dengan pola yang rapi: pengisian di beberapa SPBU tertentu, pengumpulan di titik yang telah ditentukan, kemudian pengiriman ke luar daerah menggunakan kendaraan modifikasi.
Aktivitas tersebut disebut berlangsung hampir setiap hari, bahkan kadang hingga dini hari.
Warga menilai, praktik seperti ini tidak hanya merugikan negara dari sisi subsidi, tetapi juga membuat masyarakat umum tidak kebagian solar di SPBU.
> “Pantas EKA terlihat begitu santai dan tidak khawatir. Mungkin karena merasa ada yang memback-up,” kata seorang sopir lainnya yang ditemui di sekitar SPBU.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan jejaring mafia solar tersebut. Warga berharap aparat segera memberikan klarifikasi agar situasi tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.
(***)



