Oknum Anggota Polda Sulsel Diduga Mabuk dan Buat Keributan di THM, Ujian Serius Disiplin Internal
Makassar — fajarinvestigasinews.com
21/04/2026 Dugaan tindakan tidak terpuji kembali menyeret nama institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Seorang oknum anggota yang bertugas di lingkungan Polda Sulawesi Selatan, berinisial AA, dilaporkan membuat keributan di sejumlah tempat hiburan malam di kawasan Jalan KIMA Square, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Berdasarkan keterangan warga dan pengunjung yang dihimpun, kejadian bermula saat AA datang ke lokasi dalam kondisi diduga sudah berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Oknum tersebut pertama kali masuk ke sebuah tempat hiburan bernama Wink Cafe dan disebut menerobos area meja tamu lain tanpa izin.
Pihak keamanan setempat sempat melakukan pendekatan persuasif dan membujuk yang bersangkutan untuk keluar dari lokasi guna menghindari gangguan lebih lanjut. Situasi sempat mereda, namun beberapa jam kemudian AA dilaporkan kembali mendatangi tempat hiburan lain, yakni Citra Cafe, dengan perilaku serupa.
Di lokasi kedua ini, oknum tersebut kembali diduga menerobos meja pengunjung hingga memicu cekcok mulut dengan salah satu pelanggan yang enggan disebutkan identitasnya. Insiden ini menimbulkan keresahan di tengah pengunjung lain dan memperkeruh suasana di tempat umum.
Sejumlah warga juga mengungkapkan bahwa perilaku konsumsi minuman keras oleh oknum tersebut bukan kali pertama terjadi. Meski demikian, informasi ini tetap perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Perilaku tersebut dinilai mencederai citra institusi kepolisian, terlebih sebagai aparat penegak hukum yang dituntut menjunjung tinggi etika, disiplin, serta keteladanan di ruang publik. Tindakan membuat keributan di tempat umum juga berpotensi melanggar ketentuan hukum terkait ketertiban dan keamanan masyarakat, serta kode etik profesi Polri.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, jajaran Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Polda Sulsel bergerak cepat. Tim Propam dilaporkan langsung mengamankan oknum AA untuk menjalani pemeriksaan internal sesuai prosedur yang berlaku.
Respons cepat ini menjadi langkah awal penting, namun publik menaruh perhatian besar pada transparansi dan ketegasan proses penanganan. Penegakan aturan internal secara konsisten dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi Polda Sulsel untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh personelnya. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memastikan bahwa setiap anggota Polri tetap berada dalam koridor hukum dan etika profesi.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan terhadap oknum yang bersangkutan masih berlangsung. Pihak berwenang diharapkan segera menyampaikan hasil penanganan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas institusi.
(Team)



